karena mabuk laut terlalu mainstream..
(malam hari, terapung sempoyongan di Selat Bali, angin-anginan di dek, mabok pop mie)
O: Beb, bulannya dua. (nunjuk langit, oleng).
A: Ehehe, iya. Itu juga bintangnya lucu ya, malah di bawah semua.
R: ...Itu lampu, mbak. :"))
-----
R: Ini kapalnya ngga jalan ya?
D: Lagi antri wat, yang mau ke Ketapang giliran.
Y: Iya wi, kan nunggu yang di sana kosong dulu, baru deh kita masuk.
R: Rak sah curhat yud.
Y: Anjrit.
-----
E: Hhh, jadi gini ya rasanya digantungin.
R, D, Y: ....
E: Maju segan, mundur tak mau.
R, D, Y: *ngekek-ngekek sempoyongan*
-----
R: (memandang gelas pop mie yang kosong) Den, tolong, den.
D: Opo, wat?
R: Tolong ditelpon den, bilangin antrinya jangan lama-lama. Nih, telpon kaleng. (sodorin gelas pop mie)
D: ....Halo?
E: Pekok.
R, Y: 8")))
----
O : Yud, ada bulan tuh *nunjuk ke atas*
Y : Iya...
O : Nggak mau nitip salam ke bulan? Kan pasti ngeliatin bulan yang sama...
Y : Aiiishhh